Ada film menarik tahun ini yaitu 300 Sparta, yang sekilas jika diliat, film ini koq gambarnya smootg gt deh~ banyak review yg mengulas film ini. Banyak yg berkomentar bagus n jelek. Akhh,gw di sini ga akan mengulas film ini dalam2, cuman pengen kasih liat orang2 yg belom liat film ini. Apa krn film ini sangking larisnya, sampai banyak orang bikin parodi wajah2 pemeran film ini, ataw krn cuman anggap walah pemeran film ini cukup unik untuk dibuat sebagai parodi 

Original film poster
Wajah pemeran yg akan jd bintang parodi baru
Setelah melalu banyak proses~

, gw sih cuman ambil dr web lain~ jd prosesnya ga gitu berbelit, cuman gw ambil2 aja yg gw anggap lucu

. Dan berikut adalah gambar2nya

Bagi penggemar NARUTO

Bagi yg suka main AWP

Oittt ini bukan GLADIATOR!!!

The Shinning!!!!!

Initial D - Stage 300th
Labels: Humor
posted by [NDOZ] @ 9:20 PM,
,
Recently, I'm surfing in the internet looking for funny things. Somehow I found some interesting and humorous picture, that I think there is moral story about this funny picture. Just take a look one by one guys >.< 
"Just becarfull of what U wish!!!! Just happy with u'r self!!!"
"We all same!!! Just dont be a racist!!!"
"So money can buy LOVE?!!!" Labels: Humor
posted by [NDOZ] @ 8:37 AM,
,
Doa ku....
Friday, March 30, 2007
Ya Tuhan,
kalau dia emang jodohku, dekatkanlah.
Tapi kalau bukan, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, jodohkanlah kami.
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah jodoh.
Saat dia telah tidak punya jodoh, jodohkan kami.
Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah!
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang lain itu ketemu jodoh yang lain dan kemudian jodohkan dia denganku .
Amin....
Labels: Religius
posted by [NDOZ] @ 5:44 AM,
,

Setelah ML si co penasaran akan foto....
Bertanya....

Dan bertanya....

Fakta emang kejammm...
Labels: Humor
posted by [NDOZ] @ 1:04 AM,
,
A driver is pulled over by a policeman. The police man approaches the driver's door.
"Is there a problem Officer?"
The policeman says, "Sir, you were speeding. Can I see your license please?"
The driver responds, "I'd give it to you but I don't have one."
"You don't have one?"
The man responds, "I lost it four times for drink driving."
The policeman is shocked. "I see. Can I see your vehicle registration papers please?"
"I'm sorry, I can't do that."
The policeman says, "Why not?"
"I stole this car."
The officer says, "Stole it?"
The man says, "Yes, and I killed the owner."
At this point the officer is getting stressed. "You what!?"
"She's in the boot if you want to see."
The Officer looks at the man and slowly backs away to his car and calls for back up. Within minutes, five police cars show up, surrounding the car. A senior officer slowly approaches the car, clasping his half drawn gun.
The senior officer says "Sir, could you step out of your vehicle please!"
The man steps out of his vehicle. "Is there a problem Officer?"
The officer responds, "Yes, could you please open the boot of your car please?"
The man opens the boot, revealing nothing but an empty boot.
The officer says, "Is this your car sir?"
The man says "Yes," and hands over the registration papers.
The officer, understandably, is quite stunned.
"One of my officers claims that you do not have a driving license." The man digs in his pocket revealing a wallet and hands it to the officer.
The officer opens the wallet and examines the license. He looks quite puzzled. "Thank you sir, one of my officers told me you didn't have a license, stole this car, and murdered the owner."
The man replies, "I bet you the lying bastard told you I was speeding, too!"
By Rotflmao
Labels: Humor
posted by [NDOZ] @ 8:02 AM,
,
* KeNaPa YaH PeNyEsAlAn ItU SeLaLu DaTaNg TeRlAmBaT
* KeNaPa YaH CiNtA ItU BaRu BeNeR - BeNeR DiRaSaKaN JiKa SuDah JaUh DaRi KiTa
* KeNaPa YaH CiNtA ItU MeNjAdI PaHiT SeWaKtU KiTa TaHu DiA JaUh DaRi KiTa DaN MeMiLiH OrAnG LaIn
* KeNaPa YaH BaYaNGaN AkAn DiA LebIh KuAt DiSaaT SuDah TaK BeRsAmAnya
* KeNaPa YaH PeRaSaaN CiNtA DaN SaYaNg DaPaT BeGiTu HeBaTnYa SeWaKtU KiTa SuDaH TaK BeRsAmAnYa
Labels: Hikmah
posted by [NDOZ] @ 7:30 AM,
,
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang di MILIKI nya sampai
akhirnya.... .
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan
memiliki idealisme tinggi.
Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang
terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya.
''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden
Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di
Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya.
Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani
mendapat pendamping yang ''selevel'', sama-sama berprestasi, meski berbeda
profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf
diplomat,
bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD.
Lengkaplah kebahagiaan mereka.Konon, nama putera mereka itu diambil dari
huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama
yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak
yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani
semakin menggila.
Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan
dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk
ditinggal-tinggal ?''
Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala
sesuatunya. Everything is OK !''
Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya,
ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal
mengontrol jadual Alif lewat telepon.
Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,
tentang kehebatan ibu-bapaknya.
Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang
banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek
Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik.
Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali
menagih pengertian anaknya.
Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat
Alif.
Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik.
Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua
orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh
ceria.
Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super
sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta.
Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak
dimandikan baby sitter.
''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan,
gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan
mempersiapkan keperluan kantornya.
Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby
sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya
cemberut.Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan
aku!'' kian lama suara Alif penuh tekanan.
Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa
pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian.
Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter.
''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''
Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah
punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang
oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia
shock berat.
Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya.
Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen
untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring
kaku.
''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah
yang sunyi.
Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha
menyembunyikan
tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara.
Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir,
ya kan.
Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah
saatnya, ya dia pergi juga kan?''
Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain.
Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong.
''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan
kuat.
Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas
tergugu hebat.
Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan
yang meledak.
''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali
saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba.
Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya.Air
matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif.
Senja pun makin tua.
Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan
yang amat sangat.
Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya
sendiri tidak mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya.
Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka, jadi abaikan saja dulu.
Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih
sayang yang diterimanya tidak akan hilang.
Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan
ada.
Pelajaran yang sangat menyedihkan. Semoga yang membacanya bisa mengambil
makna yang terkandung dalam kisah tsb.
Catch the chance, keep and manage it well
Labels: Hikmah
posted by [NDOZ] @ 1:09 AM,
,